Madu Bima 99 Anti Bakteri dan Anti Mikroba

madu hitam bima 99 Bersifat-Anti-Bakteri

Madu bima 99 dihasilkan oleh lebah jenis Apis Mellifera yang menghisap nektar bunga – bunga tertentu yang rasanya pahit seperti bunga pelawan, bunga singkong karet, paitan, kaliandra, dan mahoni.

Sejak dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami masalah kesehatan dan kemudian membaik kondisi fisiknya, madu bima pahit 99 mulai makin dikenal luas oleh masyarakat indonesia sebagai produk obat alami dengan kualitas platinum.

Madu sudah digunakan selama berabad – abad sebagai obat alami terutama sebagai anti bakteri dan anti mikroba. Kemampuan anti mikroba antara madu yang satu dengan yang lainnya berbeda tergantung jenis pohon yang diambil sari bunganya.

Madu mengeluarkan aktivitas antibakteri melalui dua mekanisme dasar: penyumbatan pertumbuhan fisik mikroba dan adanya senyawa kimia anti mikroba. Komponen fisiknya adalah efek osmotik dan keasaman madu. Efek osmotik berasal dari fakta bahwa kadar air madu kurang dari 20% berat. Selain itu, madu merupakan larutan gula super-jenuh terutama fruktosa dan glukosa, yang berinteraksi kuat dengan molekul air. Oleh karena itu, tidak hanya mengandung sedikit air dalam madu, tetapi juga molekul air paling tidak tersedia untuk mendukung kehidupan mikroba karena interaksi dengan gula. Juga, madu memiliki pH rendah (umumnya di bawah 4.0) yang terlalu rendah untuk memungkinkan pertumbuhan bakteri.

Ada banyak bukti bahwa madu bima pahit 99 efektif dalam penyembuhan luka, luka bakar dan borok kulit, membantu mengurangi peradangan, pembengkakan dan nyeri. aktivitas penyembuhan luka dari madu hitam bima 99 Ini adalah karena sifat antimikrobanya. Penyembuhan yang tepat dari luka tanpa meninggalkan bekas luka membutuhkan lingkungan yang lembab, yang merupakan tantangan karena kelembaban mendorong pertumbuhan mikroba. Aktif madu Manuka akan mencegah pertumbuhan mikroba sementara tetap mempertahankan kelembaban yang diperlukan untuk penyembuhan yang tepat.

Selama beberapa dekade terakhir, antibiotik telah digunakan sembarangan oleh dokter. Hal ini mengakibatkan makin meluas nya bakteri resisten antibiotik, khususnya strain resisten dari Staphylococcus aureus (MRSA) yang mengganggu rumah sakit dan masyarakat. Staph aureus sangat sensitif terhadap madu bima 99, menyoroti nilai madu ini sebagai obat alami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *